Hubungan Status Gizi dengan Kejadian Anemiapada Remaja Putri: Studi Cross-Sectional

Hubungan Status Gizi Dengan Kejadian Anemia Pada Remaja Putri Di Posyandu Remaja Mojo Gubeng Surabaya

Authors

  • Tsamara Rahmat Fakultas Kedokteran Universitas Wijaya Kusuma Surabaya
  • Rini Purbowati Fakultas Kedokteran Universitas Wijaya Kusuma Surabaya
  • Atik Sri Wulandari Fakultas Kedokteran Universitas Wijaya Kusuma Surabaya

DOI:

https://doi.org/10.30742/r2gk3129

Keywords:

Adolescent girls, anaemia, BMI, cross-sectional, nutritional status

Abstract

Background: Anaemia is a global health problem frequently occurring among adolescent girls due to increased iron demands and menstrual cycles. Objective: This study aimed to analyse the association between nutritional status based on Body Mass Index (BMI) and anaemia incidence in adolescent girls at Posyandu Remaja Mojo Gubeng Surabaya. Methods: A cross-sectional quantitative study was conducted with 40 respondents selected by total sampling. Bivariate analysis used Fisher's exact test (α = 0.05). Results: BMI distribution: normal 47.5%, underweight 32.5%, overweight 20.0%. Anaemia prevalence was 27.5%, highest in the underweight group (61.5%). A significant association was found between nutritional status and anaemia (p = 0.004). Conclusion: Nutritional status was significantly associated with anaemia among adolescent girls. Underweight adolescents had a higher risk of anaemia. Integrated nutrition interventions at the Posyandu level are recommended.

References

Adriani, S. K. M. (2016). Pengantar gizi masyarakat. Prenada Media.

Alristina, A. D., Km, S., Ethasari, R. K., Gz, S., Gz, M., Laili, R. D., Gz, S., Hayudanti, D., & Gz, S. (2021). Ilmu gizi dasar buku pembelajaran. Penerbit CV. Sarnu Untung.

Amalia, L., Sulastri, A., Suparto, T. A., & Sumartini, S. (2025). Prevalensi Anemia dan Karakteristiknya pada Remaja Putri. Jurnal Keperawatan, 17(1), 203–210. https://doi.org/10.32583/keperawatan.v17i1.2235

Ariani, A. P. (2017). Ilmu gizi. Yogyakarta: Nuha Medika.

Arisman, M. B. (2017). Gizi dalam daur kehidupan. Jakarta: EGC.

Astuti, S. D., & Trisna, E. (2016). Faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian anemia pada remaja putri wilayah Lampung Timur. Jurnal Ilmiah Keperawatan Sai Betik, 12(2), 277–285. 10.26630/jkep.v12i2.607

Astutik, W., Aini, N., Anam, K., & Masyita, G. (2023). Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Anemia Remaja Putri Di SMPN 6 Tana Tidung. Jurnal Keperawatan Wiyata, 4(1), 20–26. 10.35728/jkw.v4i1.1290

Baldi, A., & Pasricha, S.-R. (2022). Anaemia: worldwide prevalence and progress in reduction. In Nutritional Anemia (pp. 3–17). Springer. 10.1007/978-3-031-14521-6_1

Briawan, D. (2014). Anemia masalah gizi pada remaja wanita. Jakarta: EGC.

Calon, A., & Shyam, S. (2023). Iron deficiency anaemia in urban adolescent girls: a cross-sectional assessment. Journal of Nutritional Science, 12, e45, 1–9.

Dahlan, M. S. (2021). Statistik untuk kedokteran dan kesehatan: Deskriptif, bivariat, dan multivariat (Edisi 6). Epidemiologi Indonesia.

Hafiza, D. (2020). Hubungan kebiasaan makan dengan status gizi pada remaja SMP YLPI Pekanbaru. Jurnal Medika Hutama, 2(01 Oktober), 332–342.

Indrasari, N., & Pramono, A. (2021). Hubungan asupan zat besi, protein, dan vitamin C dengan kejadian anemia pada remaja putri. Jurnal Gizi Indonesia, 10(1), 45–52. 10.14710/jgi.10.1.45-52

Kementerian Kesehatan RI. (2023). Laporan Hasil Riset Kesehatan Dasar (RISKESDAS) 2023. Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Kemenkes RI.

Kementerian Kesehatan RI. (2020). Pedoman Penyelenggaraan Posyandu Remaja. Direktorat Promosi Kesehatan dan Pemberdayaan Masyarakat.

Maria, C. (2016). Biokimia Nutrisi dan Metabolisme: Dengan Pemakaian Secara Klinis. Penerbit Buku Kedokteran EGC.

Mulyati, T., Purwaningrum, Y., & Widjanarko, B. (2022). Determinan kejadian anemia pada remaja putri di Kabupaten Semarang. Jurnal Kesehatan Masyarakat, 10(2), 112–121.

Nomate, E. S., Nur, M. L., & Toy, S. M. (2017). Hubungan teman sebaya, citra tubuh dan pola konsumsi dengan status gizi remaja putri. Unnes Journal of Public Health, 6(3), 141–147. 10.15294/ujph.v6i3.13772

Notoatmodjo, S. (2016). Kesehatan Masyarakat, Ilmu dan Seni. PT Rineka Cipta.

Pratiwi, E. E., & Sofiana, L. (2019). Kecacingan sebagai faktor risiko kejadian anemia pada anak. Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia, 14(2), 1–6. 10.26714/jkmi.14.2.2019.1-6

Profil Kesehatan Jawa Timur. (2017). Profil Kesehatan Provinsi Jawa Timur Tahun 2017. Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur.

Putri, D. A., & Wahyuni, E. S. (2021). Korelasi indeks massa tubuh dengan kadar hemoglobin pada remaja putri di Kota Malang. Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan, 12(1), 33–41.

Siswanto, Y., & Lestari, I. P. (2021). Gambaran Status Gizi Remaja Siswa Di Kabupaten Semarang. Pro Health Jurnal Ilmiah Kesehatan, 3(1), 98–103. 10.35473/proheallth.v3i1.837

Sugiyono. (2019). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D (Edisi 2). Alfabeta.

Thompson, L. U., & Ward, W. E. (2007). Optimizing women's health through nutrition. CRC Press.

Wardhani, R., Hanim, D., & Dewi, Y. L. R. (2022). Hubungan status gizi dengan anemia pada remaja putri SMA di Surakarta. Jurnal Gizi Klinik Indonesia, 19(2), 88–97. 10.22146/ijcn.68884

WHO. (2023). Anaemia in women and children: WHO global targets and indicators. World Health Organization.

Downloads

Published

2026-06-30

Issue

Section

Review Article